Profil

Kemandirian dalam teknologi pertahanan dan keamanan adalah bagian integral dari ketahanan nasional. Dengan kondisi belanja alutsista nasional sebagian besar masih dipenuhi dengan produk impor hal ini dapat menjadi titik lemah ketahanan nasional Indonesia. Kegiatan litbang adalah cara untuk memacu peningkatan kemampuan teknologi hankam dalam negeri hingga dapat mencapai kemandirian. Aktifitas kegiatan litbang teknologi hankam dapat dilihat dari meningkatnya riset yang dilakukan oleh berbagai institusi termasuk di perguruan tinggi seperti ITB. Akan tetapi masih kurangnya sinergi kegiatan secara nasional membuat kemajuan yang diperoleh terasa jauh tertinggal dibandingkan dengan perkembangan kebutuhan yang semakin cepat.

Melalui Pusat Unggulan IPTEK Teknologi Hankam (PUSTEKHANKAM) ini koordinasi litbang untuk mengembangkan produk maupun sumber daya manusia akan dilakukan melalui program yang terpadu. Hasil strategis yang diharapkan dari kegiatan sinergi ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas sumber daya yang ada. Keuntungan lain sinergi ini adalah dapat menghasilkan efek yang lebih kuat dari diseminasi dan promosi kegiatan dan hasil litbang. Dengan memperhatikan kebutuhan maupun perkembangan teknologi maka selain defense technology secara umum maka cyber security juga menjadi bidang untuk dikembangkan.

Pengembangan kelembagaan dilakukan dengan pengembangan sumber daya internal dan mengaktifkan kerjasama dengan mitra yang terdiri dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan pengguna, industri penghasil dan pengguna serta masyarakat pengguna. Untuk menunjang pengembangan aspek akademis maka PUSTEKHANKAM ini akan turut aktif dalam kegiatan publikasi ilmiah dan pengelolaan seminar maupun jurnal baik nasional maupun internasional. Sebagai bagian untuk menunjang komersialisasi PUSTEKHANKAM akan mengelola beberapa pelatihan dan workshop. Koordinasi inetensif dengan pihak pengguna dan pelaksana uji dan sertifikasi dilakukan untuk. Roadshow masih akan dilakukan baik untuk membuka jaringan kerjasama baru maupun untuk menjaga intensitas komunikasi dengan yang sudah ada. Pameran yang diselenggarakan RISTEKDIKTI akan diikuti untuk sarana ekspose

Acara Mendatang